Del Piero: Klub Italia Jangan Terus Mengeluh, Contoh Barcelona!
2026-03-20 05:40:03 By Ziga
Alessandro Del Piero menilai klub-klub Italia terlalu sering mengeluhkan kelelahan. Legenda Juventus itu menegaskan bahwa kebiasaan tersebut seharusnya dihentikan.
Serie A kini sudah tidak memiliki wakil di Liga Champions setelah Atalanta tersingkir di babak 16 besar oleh Bayern Munich. Sebelumnya, Napoli, Inter Milan, dan Juventus juga lebih dulu terhenti di fase sebelumnya.
“Masalah kita adalah kita mudah merasa lelah. Kita selalu menganggap diri sebagai pihak yang kelelahan. Di Italia, kita selalu merasa seperti itu,” ujar Del Piero kepada Sky Sport.
Ia juga menyoroti bahwa pelatih di luar Italia jarang mengeluhkan padatnya jadwal atau kondisi fisik pemain.
“Saya hampir tidak pernah mendengar pelatih di luar Italia mengeluh soal pertandingan atau mengatakan mereka kelelahan. Yang harus dilakukan adalah beradaptasi. Kita berbicara tentang tim, jadi persiapan harus maksimal,” lanjutnya.
Menurut Del Piero, sepakbola modern telah berkembang pesat dengan dukungan sumber daya yang lebih besar, mulai dari jumlah pemain, rotasi, hingga teknologi pemulihan fisik.
“Sepakbola saat ini sudah berbeda. Ada lebih banyak pemain, pergantian lebih banyak, dan dana lebih besar untuk persiapan fisik serta pemulihan. Semua aspek meningkat,” jelasnya.
Terakhir kali klub Italia meraih gelar Liga Champions adalah Inter Milan pada musim 2009/2010 di bawah asuhan Jose Mourinho. Setelah itu, Juventus dan Inter sempat mencapai final, namun gagal menjadi juara.
Del Piero menekankan pentingnya profesionalisme untuk meningkatkan kualitas pemain, karena menurutnya masih ada ruang untuk berkembang.
“Kita membutuhkan profesionalisme untuk meningkatkan kemampuan pemain, karena jelas masih ada hal yang bisa diperbaiki. Tim lain juga melakukan hal tersebut,” katanya.
Ia juga menyinggung kekalahan telak yang menunjukkan adanya masalah dalam performa tim.
“Kita menganggap diri terbaik, tapi kebobolan hingga tujuh gol seperti yang terjadi, itu berarti ada yang salah. Barcelona bisa terus memainkan pemain yang sama, dan ketika ada yang cedera, mereka punya pengganti yang siap,” tutupnya.
Sedang Tayang
🔥 Populer
